Langsung ke konten utama

“Drip Bag Coffe” Teknik Berjualan Kopi Dikala Pandemi

    Trend mimun kopi di Indonesia sudah ada sejak zaman dahulu. Dulu, kopi biasanya dinikmati oleh para orang tua saja, tetapi sekarang baik orang tua maupun anak muda atau yang biasa disebut “generasi milenial” sudah menjadikan kopi sebagai minuman favorit dikala berkumpul ataupun sendang waktu luang. Dengan meningkatnya penikmat kopi menyebabkan menjamurnya bisnis kedai kopi, tak jarang restoran pun kini sudah menyediakan menu kopi.


    Kedai kopi sekarang menjadi pilihan utama para kaum milenial untuk menghabiskan waktu, tetapi sejak awal tahun 2020 sekitar bulan maret, Dunia dilanda wabah covid-19 yang cukup mematikan sehingga banyak negara  yang menerapkan penguncian wilayah “Lockdown” . Meskipun Indonesia tidak menerapkan “lockdown” tetapi di beberapa kota besar menerapkan sistem “PSBB” dimana seluruh tempat usaha khususnya yang menyebabkan kerumunan harus ditutup dan masyarakat diminta tetap dirumah. Banyak kedai kopi / cafe tutup sehingga para pencinta kopi cukup kesulitan untuk menikmati secangkir kopi yang sudah menjadi minuman favorit banyak orang. Walaupun banyak kopi sachet yang dijual di warung tetapi memiliki rasa yang berbeda jauh dengan kopi yang dijual di kedai kopi ataupun cafe, karena kopi yang digunakan merupakan biji kopi yang langsung digiling pada saat pelanggan memesan kopi sehingga menimbulkan cita rasa yang khas selain itu kopi ini tanpa menggunakan pengawet karena disajikan langsung.


    Karena pandemi covid-19 ini para pengusaha cafe maupun pemilik kedai kopi harus memutar otak agar usaha mereka tetap berlangsung, dengan adanya platform online seperti GO-Jek ataupun Grab yang menyediakan layanan pemesanan makanan sehingga pengusaha tetap dapat berbisnis dan penikmat kopi dapat menikmati minuman favoritnya dirumah. Tetapi tidak sistem tersebut memiliki kekurangan yaitu ketika seseorang memesan kopi panas ketika sampai ke customer kopi akan cenderung hangat bahkan suhunya kembali normal atau isitlahnya “adem”. Karena hal tersebut munculah kemasan baru yang dapat menunjang kekurangan sistem take away tersebut. Munculah sebuah produk yang dinamakan “Drip Bag Coffe” dimana penikmat kopi panas dapat membuat kopi sendiri dengan cita rasa yang sama.


    Drip bag coffee adalah kopi yang dikemas di dalam kertas filter untuk kopi dan dapat disajikan dengan cepat. Kopi drip jenis ini berisikan kopi yang telah digiling agar dapat terekstraksi melalui paper filter untuk konsumsi perorangan. Dalam 1 kemasan Drip Bag Coffe biasanya terdiri dari 10g kopi bubuk, 1 kertas filter untuk menyaring bubuk kopi dan 1 bungkus bubuk gula aren seberat 2gr untuk penikmat kopi dengan cita rasa sedikit manis. 


Contoh Salah Satu Produk Drip Bag Coffe

    Bagi yang inign mencoba dan menikmati Brip Bag Coffe bisa cari di seluruh E-Commerce.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aplikasi Reksadana Yang Diawasi OJK

Investasi dizaman sekarang tidaklah sulit, cukup menggunakan smartphone kita sudah dapat melakukan investasi dengan mudah. Tetapi kita harus berhati-hati, karena dengan kemudahan tersebut banyak yang mengambil keuntungan dengan cara menipu. Jika ingin melakukan investasi , pastikan aplikasi yang digunakan harus mendapat izin dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) agar investasi yang kita lakukan aman. Berikut ini beberapa aplikasi investasi yang diawasi OJK :  1. Bibit Bibit adalah aplikasi investasi yang fokus pada reksadana. Pendaftaran aplikasi ini bisa dilakukan full secara online. Jadi tidak perlu ada dokumen yang dikirimkan melalui pos. Proses pendaftaran bisa dilalukan dalam hitungan menit. Bibit juga menyediakan live chat untuk bertanya. Salah satu kelebihan bibit adalah dia akan memberikan rekomendasi reksadana apa yang cocok buat investor. Aplikasi Bibit 2. Tanam Duit Tanamduit adalah platform jual beli reksadana yang menyasar investor yang baru yang mulai bela...

Tips Mendirikan Sebuah Usaha

  Dalam membangun sebuah bisnis, modal besar bukanlah satu-satunya syarat mutlak yang harus dipenuhi. Bagi Anda yang akan merintis usaha bisnis, tidak perlu berkecil hati jika tidak memiliki modal yang besar. Dengan strategi yang tepat, Anda bisa menjalankan usaha modal kecil yang memiliki untung besar. Saat memulai bisnis, tentu Anda menginginkan agar usaha ini bersifat jangka panjang. Sekali lagi kuncinya terletak pada strategi yang digunakan harus tepat. Artinya, pada saat memulai membangun usaha modal kecil, Anda sudah harus memiliki mempersiapkan perencanaan secara matang. 1. Tentukan Jenis Bisnis yang Paling Cocok dengan Anda Ada banyak sekali jenis bisnis yang bisa Anda pilih, misalnya saja bisnis kuliner, barbershop, laundry, dan masih banyak lagi. Pilihlah jenis bisnis yang sesuai dengan minat dan kemampuan Anda, agar bisnis dapat dijalankan dengan rasa bahagia tanpa paksaan. Jika suatu saat terjadi masalah, Anda akan lebih mudah menemukan solusinya karena memiliki...